Hama Penyakit
Tanaman cabe
Hama penyakit tanaman cabai. Dalam budidaya tanaman
cabai rawit, banyak sekali jenis hama penyakit tanaman cabai yang dapat menyerang dan menyebabkan kerusakan.
Akibat serangannya, tanaman cabai rawit dapat mati sebelum berproduksi. Maka itu,
diperlukan pengamatan yang seksama terhadap tanaman sehingga bila terjadi
serangan hama dan penyakit
tanaman dapat ditanggulangi dengan
cepat.
Pengendalian hama
penyakit tanaman cabai secara umum dilakukan dengan dua cara yaitu
pengendalian secara prefentif (pencegahan) dan kuratif (mengobati).
Pengendalian hama penyakit tanaman secara kuratif dilakukan dengan
pengolahan tanah yang intensif, pengaturan jarak tanam yang tepat, pelaksanaan
sitem pengairan yang baik. Penanaman tanaman perangkap dan pergiliran tanaman.
Pengendalian secara kuratif adalah mengobati tanaman yang telah terserang hama
penyakit tanaman .
Hama penting yang
sering menyerang tanaman cabai diantaranya adalah :
Thrips
ditimbulkan oleh trips adalah daun
menggulung (mengeriting)ke atas, daun muda yang terserang bernoda
keperak-perakan. Pengendalian hama tanaman cabai
dapat dilakukan dengan secara kultur teknis menggunakan mulsa plastik hitam
perak, dan mengatur rotasi tanaman. Untuk pengendalian kuratif dapat dilakukan
dua cara yaitu secara biologi dengan memanfaatkan musuh alami hama thrips yaitu
kumbang Coccinellidae, tungau predator, kepik Anthocoridae dan kumbang
Staphulinidae. Musuh alami ini sudah ada dialam sekarang tergantung kita untuk
memanfaatkannya. Cara yang kedua adalah dengan penyemprotan pestisida nabati
atau kimia. Secara kimiawi, dengan penyemprotan insektisida secara selektif
agar tidak membunuh musuh alaminya misalnya dengan Mesurol 50 wp, Pegasus 500
sc atau Perfekthion 400 ec, pada waktu sore hari.
Hama
tanaman cabai Lalat buah (Dacus ferrugineus).
Lalat buah (Dacus ferrugineus
Hama cabai ini berukuran 0,5 cm, berwarna
cokelat tua, dan meletakkan telurnya didalam buah cabai. Buah-buah yang
terserangakan menjadi bercak-bercak bulat, kemudian membusuk. Serangan hama lalat buah ini buah cabai rusak, busuk dan rontok. Pengendalian dapat dilakukan menggunakan pestisida nabati atau kimia. Secara kimiawi yaitu dengan memasang perangkap beracun seperti metil eugenol (CM-Antraktan) atau protein hydrolisat yang efektif terhadap serangga jantan dan betina.untuk penyemprotan insektisida secara langsung dengan insektisida berbahan aktif niflutrin, profenofos, dan frotiofos. Misalnya Buldok, Lannate, atau Tamaron.
Hama
tanaman cabai Tungau kuning (Tetranyhus
innabarinus Boisd) dan tungau merah (tetaranychus bimaculatus). Hama cabai
ini bersifat pemangsa segala jenis tanaman. Tungau menyerang tanaman cabai
dengan cara mengisap cairan sel daun atau pucuk tanaman. Akibat serangan tungau
daun berwarna bintik-bintik kuning. Pengendalian tungau dapat dilakukan
dengan penyemprotan akarisida omite 57 EC (0,2%) atau mitac 200 EC (0.2%).
Hama
tanaman cabai Kutu (Myzus
persicae), serangannya hampir sama dengan tungau
Kutu kebul (Myzus persicae)
namun akibat cairan dari daun yang
dihisapnya menyebabkan daun melengkung ke atas, keriting dan belang-belang
hingga akhirnya dapat menyebabkan kerontokan. Tidak sepeti mite, kutu persik
ini memiliki kemampuan berkembang biak dengan cepat karena selain bisa
memperbanyak dengan perkawinan biasa, dia juga mampu bertelur tanpa pembuahan.
Pengendalian hama aphids secara kimia dapat dilakukan dengan menyemprot
insektisida winder 100ec konsentrasi 0.5 – 1.00 cc/l.
Hama
tanaman cabai Ulat grayak (Spodoptera
litura). Hama ini tak berbeda dengan jenis
Ulat Grayak (Spodoptera litura)
ulat lain yang juga suka makan daun.
Namun keistimewaannya adalah saat memasuki stadia larva, dia termasuk hewan
yang sangat rakus. Hanya dalam waktu yang tidak lama, daun-daun cabe bisa rusak
olehnya. Ulat yang setelah dewasa berubah menjadi sejenis ngengat ini akan
memakan daun-daunan pada masa larva untuk menunjang perkembangan
metamorfosis-nya. Ulat grayak tidak hanya menyerang tanaman cabe saja melainkan
juga tanaman pisang, tomat, bawang, pepaya, kentang,
padi, kacang dan lain-lain. Pengendalian hama cabai ini dapat dilakukan
terhadap ngengat dewasa yang hendak meletakkan telurnya pada tanaman inang
dengan menyemprotkan insektisida, atau dikendalikan dengan insektisida biologis
turex wp konsentrasi 1 – 2 gr/lt.
Pertanian organik adalah bentuk pertanian yang bergantung pada pengelolaan
ekosistem dan upaya untuk mengurangi atau menghilangkan input eksternal,
terutama yang sintetik. Pertanian organik adalah sistem ...
Pestisida
nabati adalah salah satu alternatif
sebagai pengganti pestisida kimia yang mahal dalam mengendalikan hama.
Pestisida sudah menjadi kebutuhan pokok dalam bidang pertanian. Pestisida
nabati ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar